Pages

Kamis, 17 Februari 2011

British Academy FIlms Awards 2011 Winners-Full List

Best supporting actress
AMY ADAMS - The Fighter
HELENA BONHAM CARTER - The King's Speech
BARBARA HERSHEY - Black Swan
LESLEY MANVILLE - Another Year
MIRANDA RICHARDSON - Made in Dagenham

Best supporting actor
CHRISTIAN BALE - The Fighter
ANDREW GARFIELD - The Social Network
PETE POSTLETHWAITE - The Town
MARK RUFFALO - The Kids Are All Right
GEOFFREY RUSH - The King's Speech

Best actress
ANNETTE BENING - The Kids Are All Right
JULIANNE MOORE - The Kids Are All Right
NATALIE PORTMAN - Black Swan
NOOMI RAPACE - The Girl with the Dragon Tattoo
HAILEE STEINFELD - True Grit

Best actor
JAVIER BARDEM - Biutiful
JEFF BRIDGES - True Grit
JESSE EISENBERG - The Social Network
COLIN FIRTH - The King's Speech
JAMES FRANCO - 127 Hours

Best animation
DESPICABLE ME - Chris Renaud, Pierre Coffin
HOW TO TRAIN YOUR DRAGON - Chris Sanders, Dean DeBlois
TOY STORY 3 - Lee Unkrich

Best film not in the English language
BIUTIFUL - Alejandro González Iñárritu, Jon Kilik, Fernando Bovaira
THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO - Søren Stærmose, Niels Arden Oplev
I AM LOVE - Luca Guadagnino, Francesco Melzi D'Eril, Marco Morabito, Massimiliano Violante
OF GODS AND MEN - Xavier Beauvois
THE SECRET IN THEIR EYES - Mariela Besuievsky, Juan José Campanella

Best adapted screenplay
127 HOURS - Danny Boyle, Simon Beaufoy
THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO - Rasmus Heisterberg, Nikolaj Arcel
THE SOCIAL NETWORK - Aaron Sorkin
TOY STORY 3 - Michael Arndt
TRUE GRIT - Joel Coen, Ethan Coen

Best original screenplay
BLACK SWAN - Mark Heyman, Andrés Heinz, John McLaughlin
THE FIGHTER - Scott Silver, Paul Tamasy, Eric Johnson
INCEPTION - Christopher Nolan
THE KIDS ARE ALL RIGHT - Lisa Cholodenko, Stuart Blumberg
THE KING'S SPEECH - David Seidler

Best director
127 HOURS - Danny Boyle
BLACK SWAN - Darren Aronofsky
INCEPTION - Christopher Nolan
THE KING'S SPEECH - Tom Hooper
THE SOCIAL NETWORK - David Fincher

Outstanding British debut
THE ARBOR - Director, Producer - Clio Barnard, Tracy O'Riordan
EXIT THROUGH THE GIFT SHOP - _Director, Producer – Banksy, Jaimie D'Cruz
FOUR LIONS - Director/Writer - Chris Morris
MONSTERS - Director/Writer – Gareth Edwards
SKELETONS - Director/Writer – Nick Whitfield

Best British film
127 HOURS - Danny Boyle, Simon Beaufoy, Christian Colson, John Smithson
ANOTHER YEAR - Mike Leigh, Georgina Lowe
FOUR LIONS - Chris Morris, Jesse Armstrong, Sam Bain, Mark Herbert, Derrin Schlesinger
THE KING'S SPEECH - Tom Hooper, David Seidler, Iain Canning, Emile Sherman, Gareth Unwin
MADE IN DAGENHAM - Nigel Cole, William Ivory, Elizabeth Karlsen, Stephen Woolley

Best film
BLACK SWAN - Mike Medavoy, Brian Oliver, Scott Franklin
INCEPTION - Emma Thomas, Christopher Nolan
THE KING'S SPEECH - Iain Canning, Emile Sherman, Gareth Unwin
THE SOCIAL NETWORK - Scott Rudin, Dana Brunetti, Michael De Luca, Céan Chaffin
TRUE GRIT - Scott Rudin, Ethan Coen, Joel Coen


Original Music
127 HOURS - AR Rahman
ALICE IN WONDERLAND - Danny Elfman
HOW TO TRAIN YOUR DRAGON - John Powell
INCEPTION - Hans Zimmer
THE KING’S SPEECH - Alexandre Desplat

Cinematography
127 HOURS - Anthony Dod Mantle, Enrique Chediak
BLACK SWAN - Matthew Libatique
INCEPTION - Wally Pfister
THE KING’S SPEECH - Danny Cohen
TRUE GRIT - Roger Deakins

Editing
127 HOURS - Jon Harris
BLACK SWAN - Andrew Weisblum
INCEPTION - Lee Smith
THE KING’S SPEECH - Tariq Anwar
THE SOCIAL NETWORK - Angus Wall, Kirk Baxter

Production Design
ALICE IN WONDERLAND - Robert Stromberg, Karen O’Hara
BLACK SWAN - Thérèse DePrez, Tora Peterson
INCEPTION - Guy Hendrix Dyas, Larry Dias, Doug Mowat
THE KING’S SPEECH - Eve Stewart, Judy Farr
TRUE GRIT - Jess Gonchor, Nancy Haigh

Costume Design
ALICE IN WONDERLAND - Colleen Atwood
BLACK SWAN - Amy Westcott
THE KING’S SPEECH - Jenny Beavan
MADE IN DAGENHAM - Louise Stjernsward
TRUE GRIT - Mary Zophres

Sound
127 HOURS - Glenn Freemantle, Ian Tapp, Richard Pryke, Steven C Laneri, Douglas Cameron
BLACK SWAN - Ken Ishii, Craig Henighan, Dominick Tavella
INCEPTION - Richard King, Lora Hirschberg, Gary A Rizzo, Ed Novick
THE KING’S SPEECH - John Midgley, Lee Walpole, Paul Hamblin
TRUE GRIT - Skip Lievsay, Craig Berkey, Greg Orloff, Peter F Kurland, Douglas Axtell

Special Visual Effects
ALICE IN WONDERLAND
BLACK SWAN - Dan Schrecker
HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1 - Tim Burke, John Richardson, Nicolas Ait'Hadi, Christian Manz
INCEPTION - Chris Corbould, Paul Franklin, Andrew Lockley, Peter Bebb
TOY STORY 3

Make Up & Hair
ALICE IN WONDERLAND - Nominees TBC
BLACK SWAN - Judy Chin, Geordie Sheffer
HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 1 - Amanda Knight, Lisa Tomblin
THE KING’S SPEECH - Frances Hannon
MADE IN DAGENHAM - Lizzie Yianni Georgiou

Short Animation
THE EAGLEMAN STAG - Michael Please
MATTER FISHER - David Prosser
THURSDAY - Matthias Hoegg

Short Film
CONNECT - Samuel Abrahams, Beau Gordon
LIN - Piers Thompson, Simon Hessel
RITE - Michael Pearce, Ross McKenzie
TURNING - Karni Arieli, Saul Freed, Alison Sterling, Kat Armour-Brown
UNTIL THE RIVER RUNS RED - Paul Wright, Poss Kondeatis

Orange Wednesdays Rising Award
GEMMA ARTERTON
ANDREW GARFIELD
TOM HARDY
AARON JOHNSON
EMMA STONE

Senin, 14 Februari 2011

Batu bata tahan gempa buatan siswi SMA di indonesia

 
Prestasi yang diraih anak-anak bangsa di pentas internasional memang layak diberikan apresiasi. Lihat saja, pada ajang International Environmental Project Olympiad (Inepo) ke-18 di Istambul, Turki pada 19-22 Mei 2010 lalu, Tim Indonesia yang diwakili anak-anak SMAN 5 Madiun, SMA Saint Lorensia Serpong, Tangerang dan SMA Semesta Bilingual Boarding School (BBS) Semarang berhasil menyabet 3 emas dari 11 emas yang dilombakan.

Salah satu dari 3 tim Indonesia yang meraih emas di ajang tersebut adalah tim SMAN 5 Madiun. Karya ilmiah yang diusung mereka ke Inepo adalah batu bata yang dibuat dari campuran tanah dan abu limbah pabrik gula (PG) yang diklaim tahan gempa. Batu bata itu sudah diuji di Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Hebatnya lagi, mereka yang melakukan penelitian mengenai batu bata anti gempa ini ternyata adalah para siswi di sekolah tersebut yang kesehariannya sangat jarang bergaul dengan dunia konstruksi.

Adalah Nina Milasari (kelas 11) dan Christina Kartika Bintang Dewi (kelas 10) yang meraih penghargaan tersebut.

Selain lebih kuat mampu menahan beban 91831,56 Pa, batu bata ini juga lebih ringan 2 ons dibanding batu bata biasa ukuran yang sama. Tak hanya itu, batu bata ini juga lebih murah. Dengan biaya produksi Rp Rp 160 ribu per 1.000 bata, ia lebih murah dibanding bata biasa yang biaya produksinya Rp 178 ribu per 1.000 keping.

Meski karya siswanya diakui internasional, sekolah sendiri belum punya rencana terhadap produk tersebut, termasuk mematenkan atau memproduksinya dalam skala massal.

“Itu nanti. …………. Mau dipatenkan atau diproduksi massal, itu kan butuh waktu untuk koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, Pemkot Madiun, dan pihak lain. Karena untuk memroduksi massal, pasti butuh dana, sarana, prasarana yang tidak sedikit, dan sekolah pasti tak mampu,” kata Wakil Kepala SMAN 5 Kota Madiun bidang Kesiswaan, Drs Priyo Ami Susilo.

Dibalik kesuksesan tersebut, ternyata persiapan keberangkatan tim ini dilakukan dengan susah payah. Pemkot Madiun kurang merespons karena merasa pengajuan permohonan bantuan dana ke ajang ini tidak pernah mereka terima. Sebaliknya, sekolah merasa sudah 2 kali mengirimkan proposal. Akhirnya, sekolah dan komite sekolah berusaha keras mencari dana berbagai pihak, termasuk melakukan penggalangan dana ke sejumlah kampus dan terakhir dicukupi Departemen Pendidikan Nasional.Meski demikian, Pemkot Madiun ikut bangga. “Saya ikut bangga sekali atas prestasi tingkat internasional yang diraih oleh siswa SMAN 5,” ujar Kabag Humas Pemkot Madiun, Drs Edi Hermayanto.

Adakah rasa menyesal atas sikap pemkot yang terkesan kurang mendukung keberangkatan tim ini ke Turki?

“Lho siapa yang mempersulit? Tidak ada. Ya, karena waktu itu masalah mekanismenya saja. Tapi akhirnya kan Pak Wali sudah memanggil mereka (tim karya ilmiah), dan Pak Wali sudah memberikan uang saku,” tukasnya.

Priyo menyebutkan tak ada bantuan langsung dari pemkot untuk memberangkatkan tim mereka. Dana yang mereka pakai didapat dari penggalangan dana spontanitas dari sejumlah kampus dan sekolah (Rp 35 juta), komite sekolah (Rp 10 juta), para guru SMAN 5 Kota Madiun (Rp 5 juta), dan uang saku dari Kemendiknas (Rp 6,5 juta/orang).

Kemendiknas juga menanggung tiket pesawat pulang pergi serta akomodasi selama tiga hari pelaksanaan olimpiade. Kelebihan waktu dari 3 hari pelaksanaan olimpiade ditanggung oleh tim dari uang saku hasil penggalangan dana itu.

Selain tim dari SMAN 5 Kota Madiun ini yang meraih emas di bidang fisika, dua peraih emas lain dari Indonesia adalah SMA Sant Lorensia Serpong, Tangerang dan SMA Semesta Bilingual Boarding School (BBS) Semarang (keduanya bidang kimia).